Pada awal musim Formula 1 2026, Aston Martin mengalami kesulitan dengan mesin penyuplai Honda setelah beralih dari pasokan mesin Mercedes. Meskipun tim mengalami tantangan performa dan keandalan dengan mesin Honda yang merusak baterai dan mengakibatkan kekhawatiran kesehatan pembalap, Chief Trackside Officer Mike Krack menegaskan bahwa tidak ada masalah antara tim dan Honda. Di Grand Prix Jepang, Aston Martin-Honda mencatat peningkatan yang signifikan dengan menyelesaikan balapan pertama kali bersama Fernando Alonso. Namun, meski berhasil menyelesaikan balapan, Alonso hanya finis di posisi ke-18, 30 detik di belakang Sergio Perez di posisi ke-17 dan 70 detik dari posisi terakhir yang mendapatkan poin. Krack menyatakan pentingnya mencatat hal-hal positif dari tiga bulan terakhir, di mana tim berhasil menyelesaikan beberapa balapan meskipun masih dalam kondisi sulit. Meski begitu, tantangan yang dihadapi sangat besar dan tim harus terus bekerja keras untuk menyelesaikannya. Dengan fokus pada peningkatan performa, Aston Martin-Honda menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target mereka. Meskipun berhasil mengatasi masalah keandalan, tim sadar bahwa masih ada tantangan besar yang harus dihadapi ke depan.
Why Aston Martin Doesn’t Need to Make Peace with Honda





