Para pembalap tim VR46 menunjukkan penampilan yang solid dalam kejuaraan, dengan Fabio Di Giannantonio berada di posisi keenam di depan Franco Morbidelli. Namun, keberhasilan tersebut perlu dilihat dari sudut pandang yang berbeda mengingat Marc Marquez dan Alex Marquez menempati posisi dua teratas dengan perolehan poin yang lebih tinggi.
Di Giannantonio mengakui bahwa musim ini seperti naik rollercoaster baginya, antara performa yang menjanjikan dan kesulitan memahami teknisitas motor. Evaluasi akhir musim menunjukkan kurangnya konsistensi pada hasil yang dicapai, terutama karena perbedaan performa motor pabrikan yang harus terus dikembangkan.
Meskipun Di Giannantonio hanya menyelesaikan tujuh dari 21 balapan dalam lima besar, ia tetap berhasil meraih empat kali podium. Manajer tim VR46, Pablo Nieto, menyatakan pentingnya hasil tersebut untuk membangun momentum dan semangat yang positif menjelang musim berikutnya.
Di sisi lain, Franco Morbidelli yang baru saja bergabung dengan tim, juga menghadapi hasil yang tidak konsisten sepanjang musim. Meskipun mampu finis di lima besar sebanyak delapan kali, cedera bahu yang dialaminya menjadikan perjalanan balapan semakin menantang.
Meskipun VR46 menempati posisi ketiga dalam kejuaraan tim, mereka masih tertinggal jauh di belakang Gresini. Meskipun demikian, tim berharap bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan mengalahkan tim satelit lainnya dari pabrikan yang sama. Meskipun masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, musim 2025 VR46 tetap menjadi salah satu yang terbaik sejak kedatangannya pada 2022. Mereka telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil dan performa tim.





