Marc Marquez tiba di Malaysia tanpa pernah mengendarai Ducati-nya sejak mengalami cedera pada 5 Oktober lalu di Indonesia. Setelah memulai dengan dominan pada Selasa (3/2/2025), ia memberikan peringatan kepada para pesaingnya. Pada Kamis, harinya penuh dengan berbagai hal. Pembalap asal Cervera ini mengalami kecelakaan pertamanya musim 2026, di tikungan pertama Sepang, dengan kecepatan rendah dan tanpa konsekuensi. Insiden itu terjadi pada pagi hari, saat ia juga menguji aerodinamika yang juga digunakan pada 2025, pada hari yang ia anggap penting untuk menentukan apakah fairing 2026 benar-benar merupakan langkah maju yang bisa dipilih musim ini. Di sesi pagi, ia juga mencoba ‘time attack’. Marquez berakhir dengan catatan waktu terbaik keempat kemarin, 1:56,789, yang membuatnya berada hampir 0,4 detik di belakang adiknya, Alex Marquez, tetapi di depan rekan setimnya, Francesco Bagnaia. Pada sore hari, ia lebih fokus pada simulasi balapan sprint, di mana dengan rata-rata 1:58,2, ia berada satu detik di belakang pembalap Italia dan dua detik di belakang rider #73, yang mendominasi dengan tangan besi. “Simulasi berjalan dengan baik, tetapi saya lebih lambat dari Alex. Semuanya berjalan dengan baik, karena semuanya sesuai rencana. Secara fisik, saya cukup baik, tetapi sore ini, saya tidak mengendarai dengan posisi yang sama seperti dua hari sebelumnya,” kata Marc, yang sangat senang dengan kondisi cedera bahu kanannya. Pembalap kelahiran Lleida ini memang berada di belakang pembalap lain saat ini, tetapi ia tidak terlalu khawatir. “Ada tiga pembalap yang lebih cepat dari saya, tetapi ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi di Malaysia. Saya ingin menjadi yang pertama dan memiliki ritme terbaik, tetapi kami tidak akan kembali ke sini sampai Oktober. “Kami telah mengambil langkah-langkah kecil, tetapi ini adalah Malaysia, ada banyak karet di lintasan,” lanjut Marc, yang menyadari bahwa tes di Sepang selalu ‘menipu’. “Cengkeraman yang kami miliki di lintasan ini tidak dapat dijadikan referensi. Hal yang paling positif adalah sensasi yang kami rasakan sejak awal sangat bagus.” Terakhir, juara dunia sembilan kali itu menjelaskan alasan jatuhnya di pagi hari. “Saya jatuh di Tikungan 1 karena kami mengubah aerodinamika dan keseimbangan juga,” tutup Marc Marquez.
Tips Melompat Jauh di Tailan: Fisik Baik dan Teknik yang Tepat





