Gempa bumi megathrust adalah jenis gempa besar yang dapat mengakibatkan guncangan yang kuat dan berkepanjangan, serta berpotensi menghasilkan tsunami. Dalam situasi seperti ini, tindakan cepat dan tepat sangat penting untuk melindungi diri dari bahaya puing-puing dan runtuhnya bangunan. Earthquake Country Alliance, sebuah organisasi kebencanaan berbasis di Amerika Serikat, menekankan pentingnya respons awal yang benar dalam mengurangi risiko cedera dan kematian akibat gempa bumi besar, termasuk gempa megathrust. Berikut adalah lima langkah penyelamatan diri yang bisa diambil ketika terjadi gempa bumi megathrust.
Pertama, jatuh, berlindung, dan berpegangan teguh. Saat guncangan terjadi, sebaiknya tidak mencoba melarikan diri keluar karena risiko cedera akibat benda-benda jatuh sangatlah tinggi. Lebih baik berlutut, berlindung di bawah meja atau kursi yang kokoh, dan berpegang teguh sampai guncangan berhenti. Selama gempa berkekuatan besar, guncangan bisa berlangsung lebih dari empat menit. Jika tidak ada tempat berlindung, sebaiknya merangkak ke sisi dinding bagian dalam dan lindungi kepala serta leher dengan lengan.
Kedua, segera menuju tempat yang lebih tinggi atau pedalaman. Bagi warga di wilayah pesisir dataran rendah, gempa megathrust bisa menjadi peringatan tsunami alami. Oleh karena itu, segera bergerak dengan berjalan kaki setelah guncangan berhenti, hindari kendaraan untuk menghindari kemacetan, menuju tempat yang lebih tinggi atau ke pedalaman minimal 30 meter di atas permukaan laut atau sekitar 3 kilometer dari garis pantai.
Ketiga, jika sedang berada di tempat tidur, sebaiknya tetap di sana. Pada malam hari, lebih baik tetap berada di tempat tidur dan lindungi kepala serta leher dengan bantal. Bergerak di dalam kegelapan dapat meningkatkan risiko cedera karena terinjak pecahan kaca atau tertimpa perabot. Jika ada tas darurat terikat di rangka tempat tidur, gunakan untuk mengambil sepatu, senter, atau perlengkapan penting lainnya.
Keempat, jika sedang mengemudi, berhenti dengan aman. Perlahan-lahan menepi ke pinggir jalan dan hindari berhenti di dekat jembatan, jalan layang, tiang listrik, pohon besar, atau bangunan yang berisiko runtuh. Aktifkan rem parkir dan tetap di dalam kendaraan sampai guncangan berhenti.
Terakhir, jika terjebak, beri isyarat dan hindari berteriak. Jika terperangkap di bawah reruntuhan, lebih baik tetap tenang dan hindari berteriak karena dapat mengakibatkan debu terhirup dan menyedot energi. Gunakan peluit atau ketuk pipa dan dinding untuk memberi tanda kepada tim penyelamat. Tutupi mulut dengan kain atau masker untuk mengurangi paparan debu. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan bertindak dengan bijak dalam menghadapi gempa bumi megathrust.
