Performa inkonsisten Tottenham Hotspur terus menimbulkan gejolak di internal klub London Utara. Pelatih Igor Tudor dikabarkan menghadapi tantangan berat karena kehilangan rasa hormat dari sebagian besar skuadnya. Sentimen negatif dipicu oleh keputusan taktis Tudor terutama dalam memilih penjaga gawang, memicu pertanyaan serius tentang masa depannya di Tottenham Hotspur Stadium.
Tekanan semakin meningkat setelah kekalahan telak 2-5 dari Atletico Madrid dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Spurs telah menelan enam kekalahan beruntun, sebuah rekor terburuk dalam sejarah klub. Dari enam kekalahan tersebut, empat terjadi sejak Tudor mengambil alih kursi kepelatihan. Masa depan Tudor menjadi sangat tidak pasti di klub.
Bek tengah Tottenham, Micky van de Ven, bahkan menggambarkan situasi tim saat ini sebagai “skenario kiamat” akibat hasil negatif yang terus menimpa klub. Kontroversi meningkat sebelum laga kontra Atletico Madrid, di mana Tudor mencadangkan kiper utama, Guglielmo Vicario. Keputusan tersebut mengejutkan pemain dan menimbulkan tanda tanya besar di ruang ganti.
Pada laga tersebut, Tudor menurunkan kiper muda Antonín Kinsky untuk debut Liga Champions, namun hasilnya buruk dengan tiga gol kebobolan dalam 15 menit pertama. Kinsky akhirnya digantikan pada menit ke-17 tanpa respons dari Tudor, menyebabkan perbincangan di ruang ganti. Kinsky dikabarkan akan mencari klub baru pada bursa transfer musim panas.
Meskipun dukungan dari pemain menipis, Tudor diharapkan tetap memimpin tim melawan Liverpool di Anfield. The Guardian melaporkan bahwa Tudor siap berjuang dalam laga penting tersebut. Situasi internal yang memburuk, hasil negatif, dan kontroversi semakin mengguncang keadaan di Tottenham Hotspur.





