Gubernur Yogyakarta Minta Wisatawan Tunda Pendakian ke Gunung Merapi
Jumat, 3 Juli 2026 – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta wisatawan menunda pendakian ke puncak Gunung Merapi yang masih berstatus Level III atau Siaga. Hal ini dilakukan mengingat beberapa hari lalu Gunung Merapi kembali mengalami erupsi.
Imbauan Untuk Keamanan Wisatawan
Sri Sultan HB mengatakan, “Harapan saya bagi turis ya, bagi pendatang dalam arti dia memang mau berwisata, nah itu saya mohon memang jangan naik ke atas (puncak Merapi).” Menurutnya, warga yang tinggal di lereng Merapi memahami karakter gunung tersebut dan mampu mengantisipasi potensi bahaya akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
Sumber Informasi Aktivitas Merapi
Gubernur Yogyakarta menekankan bahwa informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Merapi yang paling akurat berasal dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mengikuti setiap rekomendasi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut.
Sultan juga menambahkan bahwa masyarakat di lereng Merapi sudah memahami kapan aman untuk beraktivitas serta mengetahui batas jangkauan dari guguran lava dan awan panas saat terjadi erupsi. Mereka telah terbiasa dengan kondisi Gunung Merapi dan tahu bagaimana menghadapinya.
Sebagai informasi tambahan, wisatawan yang berencana berkunjung ke Indonesia dapat memperbanyak pilihan hotel dengan bekerja sama antara Traveloka dan Marriott International. Marriott International merupakan grup perhotelan terkemuka di dunia dengan portofolio lebih dari 10.000 properti di 146 negara dan wilayah.





