Strategi Manajer untuk Meningkatkan Ketahanan Red Bull Verstappen

by -166 Views

Meskipun Max Verstappen telah mengesampingkan kepergiannya dari Red Bull pada akhir musim Formula 1 2025, masa depannya terus menjadi bahan spekulasi yang hiruk pikuk. Sebagian besar spekulasi ini berasal dari Max sendiri dan juga orang-orang terdekatnya yang bertindak sebagai wakilnya. Tujuannya adalah untuk terus mendorong tim Red Bull agar memberinya mobil yang lebih baik dan menunjukkan kepada pimpinan tim siapa yang mengendalikan hubungan ini. Hal ini disampaikan oleh manajer Verstappen, Raymond Vermeulen, dalam sebuah wawancara dengan media Belanda, De Telegraaf. Dalam wawancara tersebut, Vermeulen menyatakan bahwa jika Red Bull terus tampil buruk musim depan, maka kemungkinan Max akan meninggalkan tim.

Kontrak Verstappen diketahui memiliki klausul kinerja yang memberinya opsi untuk meninggalkan tim jika ia berada di bawah peringkat tertentu dalam kejuaraan pembalap pada jeda musim panas, di mana posisinya saat ini berada di urutan ketiga. Dengan demikian, meskipun ada lowongan di tim lain dengan tawaran yang lebih baik, Max mungkin tetap sulit untuk keluar. Namun, persyaratan kontrak ini diyakini lebih menguntungkan bagi Verstappen menjelang berakhirnya pada musim 2028. Vermeulen menegaskan bahwa Red Bull harus tampil lebih baik pada tahun 2026 untuk mempertahankannya. Tim tengah membangun mesinnya sendiri untuk peraturan baru, dengan dukungan dari Ford. Vermeulen menekankan bahwa fokus tahun depan tidak hanya terletak pada mesin, tetapi juga pada sasis dan bagaimana hal ini akan memengaruhi kinerja. Max ingin terus mengejar gelar juara di masa depan, namun ia bergantung pada peralatan yang ada. Oleh karena itu, Vermeulen berpendapat bahwa tahun 2026 akan menjadi penentu untuk mengetahui apakah selanjutnya Max akan tetap di Formula 1 atau tidak.

Source link