Pada tahun 2025, Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nasional ditetapkan sebagai tonggak sejarah yang penting, tepat jatuh pada tanggal 19 September 2025. Inisiatif ini merupakan hasil dari kerjasama antara Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang didukung penuh oleh stakeholder lima pilar Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK). Sejak lahirnya RUNK puluhan tahun lalu, penetapan Hari Keselamatan hanya sebatas wacana hingga tahun ini ketika komitmen bersama menjadi kenyataan.
Pilar-pilar yang mendorong kesepakatan ini termasuk Manajemen Keselamatan Jalan (Bappenas), Jalan yang Berkeselamatan (Kementerian PU), Kendaraan yang Berkeselamatan (Kementerian Perhubungan), Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Polri), dan Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Kementerian Kesehatan). Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, menyambut baik lahirnya Hari Keselamatan LLAJ Nasional, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mewujudkan transportasi yang aman, modern, dan terintegrasi guna mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Peran Kementerian Perhubungan juga cukup signifikan dalam memastikan keselamatan kendaraan dan moda transportasi untuk mendukung keberhasilan Hari Keselamatan LLAJ Nasional. Komitmen Kemenhub terlihat dalam peningkatan standar uji kendaraan, penguatan regulasi angkutan umum, serta perluasan layanan transportasi digital guna menjamin armada yang lebih aman dan pelayanan publik yang prima. Diharapkan dengan kesatuan lima pilar RUNK, Indonesia dapat mencapai penurunan angka kecelakaan serta peningkatan keselamatan transportasi nasional.





