Sebuah video berdurasi 23 detik menampilkan seorang pedagang perempuan bernama Suheni menangis dan berteriak histeris saat warungnya dibongkar petugas, menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Suheni mengungkapkan kalimat kontroversial yang menuduh lurah setempat telah meminta imbalan tidak senonoh agar warungnya tidak dibongkar. Respons publik pun muncul dengan cepat, mempertanyakan integritas pejabat desa yang bersangkutan.
Meskipun dikabarkan bahwa permintaan lurah sudah terpenuhi, pembongkaran warung Suheni tetap dilakukan oleh petugas gabungan, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kejadian ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat, apakah penyalahgunaan jabatan terjadi, mengapa janji lurah tidak ditepati, dan apakah kasus ini akan diusut secara hukum.
Video ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, dengan warganet menekankan perlunya transparansi dan tindakan tegas terhadap dugaan yang terungkap dalam rekaman tersebut. Kritik juga dilayangkan terhadap pejabat desa yang diduga meminta imbalan tidak pantas kepada warga yang mencari nafkah.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari lurah atau pemerintah desa terkait tudingan tersebut. Masyarakat masih menunggu kebenaran di balik video viral tersebut, sementara aparat hukum belum memberikan informasi lebih lanjut.





