Sebuah kasus dugaan diskriminasi menimpa seorang anak Sekolah Dasar di Kota Sorong. Anak tersebut dikeluarkan dari SD Kalam Kudus Sorong setelah ayahnya menanyakan transparansi pembangunan Gereja di daerah tersebut. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena konflik orang dewasa ini berimbas kepada seorang anak yang seharusnya terhindar dari persoalan serius. Lex Wu, paman korban, mengeluarkan rasa kekecewaannya atas kondisi ini, merasa sangat miris dengan kedewasaan yang tidak terlihat dalam kasus ini. Sekolah yang seharusnya menerapkan nilai kasih seperti yang dipromosikan justru terlibat dalam kasus diskriminasi yang merugikan anak-anak. Kronologi kejadian dimulai dari perjalanan orang tua korban ke Jakarta, di mana Karin dan adiknya diikutsertakan dalam perjalanan tersebut. Namun, di tengah perjalanan, adik Karin jatuh sakit dan harus dirawat di Surabaya karena di Jakarta tidak memiliki keluarga. Komunikasi dilakukan dengan sekolah tentang kondisi anak-anak yang sedang sakit, namun kejadian tak terduga terjadi ketika ibu korban masuk ICU dan keluarga menerima ancaman melalui pesan WhatsApp untuk tidak kembali ke gereja lagi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan dan perlindungan anak-anak dalam lingkungan sekolah.
Siswi SD di Sorong Dikeluarkan: Keluarga Tersangkut Kritik Pembangunan Gereja





