Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus Alami Teror dan Ancaman setelah Surati Prabowo Tolak MBG
Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, mengungkapkan bahwa dirinya mengalami berbagai teror dan ancaman setelah mengirim surat kepada Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Surat tersebut berisi penolakan atas rencana investasi pengembangan kawasan Mandalika Business Group (MBG) di Kota Kudus, Jawa Tengah.
Ancaman dan Teror yang Dialami
Rafif mengungkapkan bahwa setelah mengirim surat tersebut, dirinya mulai menerima telepon dan pesan ancaman yang membuatnya merasa tertekan. Ancaman tersebut juga ditujukan kepada kedua orang tuanya, sehingga semakin membuat Rafif khawatir dan merasa tidak aman.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan orang tua Rafif, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti dan memberikan perlindungan terhadap Rafif.
Sikap Rafif Menolak Investasi MBG
Dalam surat yang ditujukan kepada Menko Luhut, Rafif menyampaikan penolakannya terhadap rencana investasi pengembangan kawasan Mandalika Business Group di Kota Kudus. Rafif menilai proyek tersebut tidak sesuai dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian masyarakat setempat.
Rafif juga menyatakan bahwa sebagai generasi muda, dirinya memiliki tanggung jawab untuk melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar dari dampak negatif proyek tersebut.
Di tengah tekanan dan ancaman yang dialaminya, Rafif tetap teguh pada sikapnya dan siap untuk memperjuangkan keadilan lingkungan dan kepentingan masyarakat kota Kudus.





