Selat Hormuz Membara: Serangan Iran ke Kapal dan Pelabuhan Minyak UEA

by -39 Views

Selat Hormuz Membara: Iran Serang Kapal dan Pelabuhan Minyak UEA

Pada 5 Mei 2026, ketegangan geopolitik global mencapai titik teratas dalam beberapa pekan terakhir dengan serangan Iran terhadap kapal dan fasilitas minyak di Uni Emirat Arab. Serangan ini terjadi setelah pengumuman Project Freedom oleh Donald Trump yang memicu respons instan dari Teheran.

Serangan Balasan Iran

Pada Senin waktu setempat, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz. Bahkan, sebuah pelabuhan minyak penting di wilayah Fujairah, UEA, terbakar akibat serangan drone dari Iran. Serangan ini membuat Fujairah, yang selama ini digunakan sebagai jalur alternatif ekspor minyak, menjadi target baru Iran.

Kementerian luar negeri Korea Selatan juga mengonfirmasi bahwa salah satu kapal dagangnya mengalami ledakan dan kebakaran di wilayah tersebut. Sementara itu, otoritas maritim Inggris melaporkan dua kapal lain menjadi sasaran serangan di dekat perairan UEA.

Misi AS Dipertanyakan, Iran Klaim Kuasai Perairan

Perusahaan minyak nasional UEA, ADNOC, menyatakan bahwa salah satu kapal tanker kosong mereka diserang drone saat mencoba melintasi Selat Hormuz. Meski militer AS menyatakan telah mengawal kapal dagangnya melintasi selat dengan aman, Iran menegaskan bahwa tidak ada kapal komersial yang berhasil menembus jalur tersebut dalam beberapa jam terakhir.

Garda Revolusi Iran bahkan merilis peta baru yang memperluas garis kendali maritim Iran hingga mencaplok sebagian perairan yang sebelumnya bersifat internasional. Komandan Pasukan AS di kawasan, Laksamana Brad Cooper, mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran dan memberikan ultimatum kepada pasukan Teheran untuk menjauhi aset-aset militer Amerika. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh pihak Iran.

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas dan menjadi perhatian dunia internasional. Keuntungan dari konflik antara AS dan Iran tampak dimanfaatkan oleh negara-negara seperti China, Rusia, dan Korea Utara. Masih belum jelas bagaimana perkembangan selanjutnya dan apakah akan ada upaya untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Source link