Oliver Solberg membuka kembali peluangnya untuk merebut gelar juara dunia reli setelah menutup hari pertama Rally Italia Sardinia hanya 12,3 detik dari pemimpin lomba, Thierry Neuville. Performa tersebut membuat pembalap Toyota itu yakin dapat mengejar Elfyn Evans dalam persaingan gelar World Rally Championship (WRC).
Solberg datang ke seri penentuan dengan selisih 21 poin dari Evans, pemimpin klasemen yang telah lama menguasai persaingan. Sebelum reli dimulai, pembalap berusia 25 tahun itu mengakui peluangnya tipis. Ia memperkirakan harus meraih maksimal 35 poin untuk membalikkan keadaan dan merebut gelar.
Namun, hasil pada Jumat memberinya pijakan kuat. Meski harus membuka lintasan dari posisi ketiga dan sempat mengalami kebocoran ban yang berlangsung perlahan, Solberg mampu mengakhiri hari di posisi kedua. Neuville bersama Hyundai masih memimpin, tetapi jarak yang relatif dekat membuat persaingan tetap terbuka.
Solberg melihat peluang dari posisi start
Posisi Evans dan rival Toyota lainnya, Sami Pajari, turut memperbesar peluang Solberg. Evans mengakhiri hari di posisi keenam dengan selisih 1 menit 8,9 detik dari pemimpin lomba, sedangkan Pajari berada di posisi kelima dengan jarak 40,2 detik. Kondisi itu membuat Solberg memiliki keuntungan posisi start pada etape-etape Sabtu.
“Saya 100 persen masih punya peluang,” kata Solberg kepada Motorsport.com. Ia menilai Hyundai tampil sangat kuat, tetapi posisi lintasan Toyota serta insiden kebocoran ban membuatnya tetap berada dalam posisi yang baik.
“Kami hanya tertinggal 12 detik, dan saya sudah melakukan yang terbaik hari ini dengan posisi lintasan serta risiko yang saya ambil. Jadi, saya masih sangat senang,” ujar Solberg.
Evans membutuhkan 19 poin untuk memastikan gelar juara, terlepas dari hasil Solberg maupun Pajari. Meski demikian, Solberg menyadari perjuangannya belum selesai. Ia berencana menjaga pendekatan yang sama pada Sabtu dan berharap posisi lintasan yang lebih menguntungkan dapat memangkas jarak dari para pembalap Hyundai.
“Kami masih harus tetap tenang. Setidaknya saya tidak terlalu jauh. Selama masih punya peluang, kami harus melakukan yang terbaik,” katanya. Solberg menambahkan, jika berada dalam posisi yang baik setelah enam etape pada Sabtu, ia akan tampil habis-habisan pada Minggu.
Evans menganggap Solberg ancaman utama
Evans tetap memimpin perburuan gelar setelah menjalani Jumat tanpa masalah besar, termasuk terhindar dari keterlambatan serius dan kebocoran ban. Namun, posisi start pertama membuatnya harus menghadapi lintasan gravel yang lebih kasar dan membersihkan permukaan jalan bagi pembalap di belakangnya.
Pembalap Wales itu mengakui masih ada ruang untuk mengambil risiko lebih besar, tetapi merasa sulit berbuat lebih banyak secara realistis. Ia menyebut Solberg sebagai ancaman utama karena jika pembalap Toyota tersebut memimpin reli, tekanan untuk mengumpulkan poin akan meningkat.
“Oliver adalah orang yang paling berbahaya saat ini. Jika dia memimpin reli, itu jelas memberi tekanan lebih besar kepada kami untuk meraih beberapa poin lagi,” kata Evans.
Ia juga memperkirakan posisi startnya akan lebih baik pada Sabtu, meski para pembalap cepat di belakangnya akan mendapat keuntungan serupa.
Sementara itu, Pajari kehilangan posisi keempat dari rekan setimnya di Toyota, Sebastien Ogier, dengan selisih 2,8 detik pada etape terakhir Jumat. Pajari menilai performanya cukup baik mengingat ia memulai lomba dari posisi kedua, tetapi menegaskan peluangnya belum berakhir.
“Tidak ada yang hilang. Kami harus terus menekan,” ujar Pajari. Ia mengakui risiko tetap menjadi faktor penting karena masalah bisa muncul baik ketika pembalap mengurangi kecepatan maupun saat melaju penuh.





