Kasus kontroversial yang melibatkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, tampar siswa perokok akhirnya berakhir dengan permintaan maaf dari kedua belah pihak. Komentar eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara, Muhammad Said Didu menyoroti kejadian ini, menunjukkan keheranan atas teguran keras dari kepala sekolah. Setelah mediasi yang dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni, siswa dan gurunya bertemu dan saling meminta maaf dengan senyum di wajah masing-masing. Meskipun awalnya orang tua siswa ingin menempuh jalur hukum dalam kasus ini, dukungan justru diberikan kepada Kepala Sekolah Dini yang dianggap telah bertindak sesuai dengan aturan sekolah. Dalam pertemuan damai yang diatur oleh Gubernur, kedua belah pihak saling meminta maaf dan berharap untuk melupakan insiden ini serta berharap agar siswa bisa memahami dan memaafkan. Semoga dari kejadian ini dapat diambil hikmah tentang pentingnya sikap kedewasaan dan keikhlasan.
Said Didi dan Kasus Kepsek Tampar Siswa Perokok: Minta Maaf dan Kiamat





