Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa produksi program MBG telah mencapai 59,8 juta porsi. Program ini awalnya dimulai pada tanggal 6 Januari 2025, dengan fokus pada ibu hamil, menyusui, bayi, dan anak-anak di Indonesia. Awalnya, program ini hanya memiliki 190 SPPG di 26 provinsi yang melayani 570.000 penerima manfaat setiap hari.
Setelah satu tahun berjalan, program MBG telah berkembang menjadi 21.102 dapur atau SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total penerima manfaat mencapai 59,8 juta. Prabowo optimis bahwa dalam satu bulan ke depan, produksi program MBG akan melampaui 68 juta porsi, melebihi target McDonald’s. Selain memberi dampak positif pada gizi anak-anak, program ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, menengah, dan korporasi telah terlibat dalam rantai pasok program MBG, menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja dengan prospek mencapai 1,5 juta lapangan kerja di masa mendatang.
Prabowo percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah sederhana, yaitu bekerja keras untuk membuat orang miskin dan paling lemah bisa tersenyum. Program MBG bukan hanya untuk memperkuat gizi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dan peluang kerja di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





