Short drama China sedang menjadi fenomena di kalangan penonton yang suka dengan hiburan instan. Dengan format cerita singkat, konflik yang cepat, dan seringkali diakhiri dengan cliffhanger, short drama ini berhasil menarik minat generasi muda yang menginginkan hiburan ringan tanpa harus menghabiskan waktu yang lama. Berbagai platform seperti TikTok, YouTube, WeTV, dan iQIYI menjadi tempat populer untuk menonton short drama China.
Sebuah kajian dari Universitas Pendidikan Indonesia menemukan bahwa short drama China sesuai dengan kebutuhan instant gratification, dimana penonton mendapatkan kepuasan cepat tanpa harus menunggu lama. Algoritma media sosial turut mempercepat tren ini dengan merekomendasikan judul-judul serupa setelah menonton satu short drama. Sehingga, menonton short drama menjadi kebiasaan harian bagi banyak penonton.
Meskipun banyak diminati, short drama China juga memiliki dampak negatif. Beberapa penonton sering terjebak dalam binge-watching, yang dapat mengganggu fokus dan produktivitas. Meski efektif sebagai hiburan ringan dan pelepas stres, kepuasan yang didapat cenderung bersifat sementara. Kritik juga muncul terkait alur cerita yang repetitif dan kualitas produksi yang tidak selalu konsisten.
Meski demikian, popularitas short drama China menunjukkan bahwa pola konsumsi hiburan masyarakat sedang mengalami perubahan. Dengan segala keunggulannya, asalkan penonton mampu mengatur waktu dengan baik, short drama dapat menjadi teman santai yang menyenangkan tanpa berlebihan. Dengan nilai pasar yang terus meningkat, short drama telah menjadi bagian penting dari industri hiburan digital, menunjukkan bahwa tren ini tidak hanya musiman tetapi memiliki potensi jangka panjang.
