Belum lama setelah Laura Villars, kandidat perempuan asal Swiss, menyatakan diri dalam pemilihan presiden FIA, kandidat keempat resmi muncul: Virginie Philippot dari Belgia. Dengan usia 33 tahun, Virginie mengumumkan niatnya melalui akun media sosial Instagram dan LinkedIn. Dia tidak ragu-ragu menulis, “Saya secara resmi mencalonkan diri sebagai presiden FIA. Saya melangkah dengan tekad, bukan hanya sebagai wanita dan representasi dari generasi baru, tapi juga sebagai pendukung kuat potensi motorsport untuk menyatukan, menginspirasi, dan membawa perubahan.”
Visi Virginie jelas dalam ucapannya, dia ingin Federasi yang lebih dekat dengan klub-klubnya, lebih adil bagi anggotanya, dan kuat dalam misi globalnya. Dia berkomitmen memberikan peluang bagi generasi muda, membuka pintu bagi Afrika dan wilayah berkembang, serta mendukung keselamatan di jalan raya dan energi masa depan. Virginie mengajak semua untuk memperbarui pola pikir dan bersama-sama membangun masa depan Federasi dengan inovasi dan persatuan.
Asal dari Brussel, Belgia, Virginie Philippot pertama kali dikenal dalam dunia mode sebelum terlibat dalam olahraga motor. Dia telah mengikuti kontes kecantikan, acara televisi, serta mendirikan asosiasi “Drive for Hope” yang membantu anak yatim piatu dan mendukung pendidikan di Republik Demokratik Kongo dengan menyediakan kebutuhan dasar. Pemilihan presiden FIA dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2025 di Tashkent, Uzbekistan, dimana Virginie akan bersaing dengan tiga kandidat lainnya termasuk Tim Mayer, Laura Villars, dan presiden petahana Mohammed Ben Sulayem.





