Pramono Bantah Warga Baduy Korban Begal Ditolak RS Jakarta: Kontroversi Karena Bahasa Beda

by -132 Views

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo membantah klaim bahwa rumah sakit menolak warga Suku Baduy Repan (16) setelah dia dibegal di Jalan Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu lalu. Pramono menyatakan bahwa tidak ada penolakan dari rumah sakit terhadap warga Baduy. Ia telah memanggil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, untuk melakukan pengecekan terkait masalah ini.

Pramono juga mengungkapkan bahwa kadinkes DKI Jakarta sudah memeriksa di lapangan dan tidak menemukan adanya penolakan dari rumah sakit terhadap korban. Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan pelayanan rumah sakit atas alasan tidak memiliki KTP. Pramono berspekulasi bahwa mungkin ada kesalahpahaman akibat perbedaan bahasa.

Informasi mengenai kejadian ini diunggah di media sosial dengan korban yang terbaring di rumah sakit setelah dibegal. Diketahui korban merasa dirampok dan luka-luka akibat senjata tajam. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut kasus ini untuk mendapatkan detail kronologinya secara lengkap.

Source link