Prabowo Blak-blakan: Siapa Biang Kerok Rupiah Melemah?

by -157 Views

Prabowo Soroti Kekayaan Nasional yang Mengalir ke Luar Negeri

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan belakangan ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah aliran kekayaan nasional yang telah berlangsung selama beberapa dekade ke luar negeri.

Prabowo Ungkap Data Keuntungan dan Kerugian Perdagangan Indonesia

Prabowo menyampaikan masalah ini saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Jawa Timur pada Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo membeberkan data yang diolah oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dari PBB yang menunjukkan bahwa Indonesia berhasil meraih keuntungan dari perdagangan selama 17 tahun dari total 22 tahun.

“Kalau kita lihat selama 22 tahun, bangsa Indonesia sebagai bangsa sebenarnya telah untung. Hanya 5 tahun kita tidak untung, agak kurang. Tapi dari 22 tahun, 17 tahun kita untung,” ucap Prabowo.

Beliau juga menambahkan bahwa keuntungan yang didapatkan Indonesia selama 22 tahun mencapai 436 miliar dolar dan total kekayaan sebesar 683 miliar dolar dalam rentang waktu 42 tahun.

Aliran Kekayaan Indonesia ke Luar Negeri

Meskipun demikian, Prabowo menegaskan bahwa keuntungan tersebut tidak sepenuhnya dinikmati oleh Indonesia karena sebagian besar alirannya menuju ke luar negeri.

Menurut Prabowo, selama 22 tahun terakhir, Indonesia kehilangan kekayaan sebesar 343 miliar dolar. Prabowo juga menyoroti praktik under-invoicing atau pelaporan palsu yang merugikan negara.

“Setelah kita hitung, PBB mencatat bahwa Indonesia telah mengalami kerugian sebesar 908 miliar dolar selama 34 tahun atau setara dengan 15 ribu triliun rupiah,” tegas Prabowo.

Prabowo juga menarik perhatian dengan menyebut bahwa hingga saat ini belum ada professor yang mampu membantah fakta-fakta yang beliau sampaikan terkait aliran kekayaan Indonesia ke luar negeri.

Source link