Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pihaknya akan mengumpulkan seluruh fraksi di DPR untuk menanggapi tuntutan 17+8 yang disampaikan oleh aktivis dan influencer di media sosial. Hal ini disampaikan Dasco setelah menerima audiensi dengan badan eksekutif mahasiswa (BEM) serta anggota kepemudaan di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Aspirasi masyarakat mengenai keterbukaan DPR dan tunjangan akan menjadi perhatian dalam rapat evaluasi bersama fraksi-fraksi di DPR. Gelombang aspirasi masyarakat melalui unggahan “17+8 Tuntutan Rakyat” yang beredar di media sosial menjadi sorotan, dengan daftar tuntutan yang tersebar di kalangan warganet setelah serangkaian aksi demonstrasi. Tuntutan tersebut memiliki tenggat waktu, dimulai dari 5 September 2025 hingga 31 Agustus 2026, dengan serangkaian tugas untuk berbagai pihak seperti Presiden, DPR, partai politik, kepolisian, TNI, Kementerian Sektor Ekonomi, dan lembaga lainnya. Aksi mahasiswa dan aspirasi masyarakat ini mencerminkan desakan untuk reformasi baik di tingkat DPR maupun lembaga dan sektor lainnya di Indonesia. Masyarakat berharap agar tuntutan tersebut dapat direspons dengan serius oleh pihak terkait.
Pimpinan DPR Rapat Tuntutan Rakyat 17+8 Hari Ini: Hal Penting!





