Pikiran Prabowo Sulit Dipahami Rakyat, Apa Penyebabnya?

by -41 Views

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengatakan tantangan utama lembaganya adalah menjembatani pemikiran Presiden Prabowo Subianto dengan pemahaman masyarakat. Menurut dia, publik relatif mudah melihat program pemerintah, tetapi tidak selalu dapat menangkap gagasan yang melandasi kebijakan tersebut.

“Yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran (sulit ditangkap oleh masyarakat),” kata Syahganda di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia menilai pemikiran Prabowo berkaitan dengan gagasan konstitusional. Karena itu, Bakom memandang penting adanya komunikasi yang dapat membuat gagasan tersebut dipahami lebih luas oleh masyarakat.

“Nah, pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting sampai rakyat tahu semua,” ujar Syahganda.

Bakom siapkan dialog lebih intensif dengan media

Untuk menjalankan tugas tersebut, Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Hartono akan meneruskan program-program komunikasi yang telah berjalan. Salah satu fokusnya ialah memperkuat hubungan dengan media dan wartawan.

Syahganda mengatakan Bakom ingin membangun dialog yang lebih intensif dengan media. Forum komunikasi itu diharapkan dapat menjadi jalur dua arah: pemerintah menyampaikan pesan kepada masyarakat, sementara aspirasi masyarakat dapat diteruskan kembali kepada pemerintah.

“Itu tentu kita harus banyak ketemu teman-teman media, teman-teman wartawan. Bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Jadi, ada dialog yang intensif nantinya.”

Menurut Syahganda, komunikasi pemerintah kini tidak hanya berhadapan dengan persoalan penyampaian pesan melalui media massa. Perkembangan teknologi digital, termasuk algoritma dan kecerdasan buatan atau AI, turut memengaruhi cara pesan diterima masyarakat.

Rencana membentuk tim khusus

Bakom akan mempelajari perkembangan algoritma dan dampaknya terhadap komunikasi pemerintah. Lembaga tersebut juga berencana mengembangkan kelompok atau tim khusus untuk menelaah bagaimana algoritma dapat memengaruhi jarak antara pemikiran Presiden dan pemahaman publik.

“Pertama, meneruskan program-program yang sudah ada. Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma,” kata Syahganda.

“Kita akan masuk juga ke sana. Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat,” lanjutnya.

Ia menegaskan, upaya tersebut tidak akan sepenuhnya bergantung pada media massa. Bakom juga akan memikirkan pola komunikasi yang sesuai dengan perubahan teknologi digital.

“Jadi, selain dibantu oleh teman-teman media, kita juga memikirkan itu ke depan,” katanya.

Syahganda menilai komunikasi dan narasi memiliki peran penting dalam perkembangan suatu bangsa. Dalam konteks itu, keberadaan Bakom diarahkan untuk membangun komunikasi yang dapat menjembatani pemerintah dan masyarakat.

Source link