Proyek 678 adalah langkah baru dalam evolusi mobil balap yang terus berlanjut. Ferrari telah menguji sasis pertama mereka secara detail sebelum melanjutkan ke proses tabrakan depan, yang merupakan langkah penting yang harus dilakukan di fasilitas yang diakui oleh FIA. Tidak seperti pendahulunya, mobil balap tahun depan akan menghilangkan suspensi dengan skema pull rod di bagian depan dan belakang, menghasilkan efek yang mengecewakan di mobil SF-25 sebelumnya.
Rumor beredar bahwa Scuderia tidak akan sepenuhnya kembali ke pendekatan konvensional, tetapi akan memperkenalkan elemen baru yang berani, seperti lengan kemudi yang ditempatkan di belakang segitiga bawah, mengikuti jejak inovasi yang pernah dilakukan oleh tim McLaren dan Mercedes sebelumnya. Pilihan ini menawarkan potensi pengembangan yang besar dari sudut pandang aerodinamis, dan diyakini akan membawa keuntungan signifikan bagi mobil Pepaya.
Di bagian belakang, penggunaan suspensi push rod adalah hasil dari penolakan terhadap suspensi tie rod yang telah dimodifikasi sebelumnya. Meskipun pilihan ini membutuhkan desain ulang girboks transmisi yang signifikan, Ferrari berusaha untuk mencapai kesimbangan yang baik antara berat dan kekakuan torsi untuk memaksimalkan kinerja mobil mereka. Dengan fokus pada integrasi komponen dan konstruksi ringan, Ferrari berharap mobil 678 akan menjadi bagian penting dari puzzle kompetitif mereka di masa depan.
Tantangan teknis yang dihadapi F1 pada tahun 2026 sangat kompleks, dengan perubahan signifikan dalam persyaratan mesin, aerodinamika, dan bahan bakar. Ferrari berupaya untuk mempersiapkan diri dengan cermat, menyesuaikan desain mobil mereka dengan aturan baru agar tetap kompetitif. Dengan berbagai inovasi teknis yang harus diimplementasikan, integrasi yang mulus dari semua komponen menjadi kunci untuk kesuksesan di masa depan. Artinya, Ferrari harus memecahkan setiap tantangan dengan teliti untuk mencapai keunggulan dan mempertahankan posisinya di dunia balap F1.





