Peran dua prajurit TNI AD dalam kasus penculikan sadis yang menewaskan Kepala Cabang Pembantu bank BUMN di Cempaka Putih, bernama Mohamad Ilham Pradipta (37), akhirnya terungkap. Serka N bertindak sebagai penghubung antara otak penculikan JP dengan Kopda FH. Serka N pertama kali menawarkan ‘pekerjaan’ ini kepada Kopda FH dengan imbalan uang. Setelah disepakati, Kopda FH menjadi eksekutor lapangan. Rencana penculikan disusun matang setelah Kopda FH bertemu dengan JP di sebuah kafe di Jakarta Timur. Sebelum menjalankan aksinya, Kopda FH meminta uang operasional sebesar Rp5 juta. Keduanya, Serka N dan Kopda FH, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan dugaan menerima bayaran hingga Rp100 juta atas keterlibatannya. Kasus penculikan ini melibatkan beberapa pelaku, termasuk EG yang masih dalam daftar buronan. Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap 15 orang terlibat dalam aksi keji tersebut, namun satu pelaku masih dalam buron. Sebelumnya, diberitakan bahwa dua prajurit TNI AD yang terlibat dalam kasus penculikan tersebut berasal dari Kopassus. Kematian Mohamad Ilham Pradipta terungkap dari rekaman CCTV di Lotte Grosir Pasar Rebo, tempat korban terakhir kali terlihat sebelum ditemukan tewas di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Peran Serka N dan Kopda FH Kopassus dalam Penculikan Kacab Bank BUMN





