Penyelaman Korban Kapal Virgo Transport 8 Dihentikan, Ini Alasannya

by -33 Views

Basarnas menghentikan operasi penyelaman untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 setelah memasuki hari ke-21, Sabtu (3/10/2026). Keputusan itu diambil karena kondisi jasad korban dan struktur kapal telah berubah, sehingga evakuasi dari dalam kapal dinilai tidak lagi efektif serta berisiko bagi penyelam.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, pada hari-hari awal pencarian, sebagian korban yang berada di dalam kapal masih memungkinkan untuk terapung. Dengan kondisi tersebut, korban yang berhasil dikeluarkan dari kapal dapat diterima tim di permukaan laut.

“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.

Penyelaman dinilai semakin berbahaya

Menurut Syafii, situasi berubah seiring kondisi kapal yang terus mengalami perubahan sejak hari pertama operasi SAR. Korban yang sebelumnya masih dapat naik setelah dikeluarkan dari badan kapal kini berisiko terurai ketika dievakuasi.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujarnya.

Basarnas juga menyebut kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan. Dalam tiga hari terakhir, tim tidak lagi menemukan korban. Masih ada bagian kapal yang belum tersentuh penyelam, termasuk bagian lambung kiri. Namun, kondisi bagian dalam kapal dan badan kapal disebut sangat labil sehingga membahayakan keselamatan penyelam apabila operasi bawah air diteruskan.

Operasi SAR tetap dilanjutkan

Penghentian penyelaman tidak berarti seluruh operasi pencarian dihentikan. Setelah evaluasi pada hari ke-21, Basarnas memutuskan tetap melanjutkan operasi SAR dengan mengalihkan fokus ke wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus laut.

Pencarian berikutnya difokuskan di perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Basarnas juga menunggu pelaksanaan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik KM Virgo Transport 8.

Syafii berharap pengangkatan kapal dapat segera dilakukan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah masih ada korban di dalam badan kapal serta membuka kemungkinan evakuasi dalam kondisi yang lebih memungkinkan setelah kapal diangkat dari dasar laut.

Hingga Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Rinciannya, 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sebanyak 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Source link