Pegiat media sosial Yusuf Muhammad, atau dikenal sebagai Yusuf Dumdum, secara lugas menyuarakan keadilan bagi korban bullying di SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel). Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Yusuf mengungkapkan harapan besar terhadap gerakan yang akan dilakukan oleh DPR RI dalam menangani kasus ini. Dia meminta DPR RI dan pemerintah untuk serius mengawasi kasus bullying di SMPN 19 Tangsel yang menyebabkan korban meninggal. Yusuf berharap pemerintah dapat membuat aturan yang jelas dan tegas terkait pelaku bullying, serta mengirimkan pesan penting tentang perlunya kebijakan yang tegas dan jelas untuk mengatasi masalah ini. Kejadian tragis ini melibatkan seorang siswa SMPN 19 Tangerang Selatan yang meninggal dunia setelah mengalami intimidasi dan kekerasan oleh teman sekelasnya sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Perlakuan tersebut tidak hanya berupa ejekan, tetapi juga kekerasan fisik. Insiden puncak terjadi ketika kepala korban dihantam dengan kursi besi oleh rekan sekelasnya, yang kemudian menyebabkan korban harus menjalani perawatan intensif dan akhirnya meninggal dunia. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan yang serius tentang perlunya tindakan nyata dan peraturan yang jelas untuk melindungi korban bullying di sekolah.
Pentingnya Tindakan Tegas Pemerintah terhadap Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel





