Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam menangani bencana di wilayah Sumatera dengan lebih dari 880 ribu jiwa yang mengungsi. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dan fokus pada mencegah krisis kesehatan di lokasi pengungsian. Kementerian Kesehatan mengaktifkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) dan lebih dari 31 ribu relawan TCK disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar di lapangan. Dokter magang juga dikerahkan untuk memperkuat layanan medis di daerah sulit dijangkau. Selain itu, pemulihan fasilitas kesehatan juga sedang dikebut dengan berbagai rumah sakit dan puskesmas mulai beroperasi. Meski jumlah pengungsi mulai menurun, pemerintah tetap memperhatikan ancaman penyakit menular di lokasi pengungsian agar layanan kesehatan tetap berjalan. Solidaritas dan kecepatan dalam menangani bencana menjadi harapan, dengan negara hadir tidak hanya dengan kebijakan tetapi juga dengan tangan-tangan yang turut bekerja di lapangan.
Pengungsi Sumatera: Pemerintah Siap Jaga Kesehatan Warga





