Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banaran, Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, mengalami polemik terkait lokasi dapur MBG yang berdekatan dengan kandang babi. Setelah melalui mediasi, dapur yang sudah selesai dibangun terpaksa harus direlokasi karena lokasinya di samping kandang babi. Meskipun harus mencari lahan baru dalam waktu 45 hari, pengelola SPPG menyambut baik keputusan tersebut.
Aan Yuliatmoko, pengelola SPPG Banaran, mengungkapkan bahwa mencari lokasi yang baru tidaklah mudah namun demi mendukung program nasional, mereka siap untuk mengalihkan bangunan yang sudah dibangun. Dia juga menyadari adanya kekurangan dalam sistem verifikasi online yang digunakan sebelumnya sehingga polemik ini terjadi.
Melalui mediasi, pemilik kandang babi, Angga Wiyana, dan pengelola SPPG telah menyelesaikan permasalahan ini dengan baik. Meskipun bangunan lama yang sudah jadi harus dialihkan, mereka siap untuk menerima konsekuensinya demi mendukung program pemerintah. Kesalahan yang terjadi dianggap sebagai introspeksi untuk memperbaiki sistem dan mematuhi aturan yang berlaku.
Dalam menghadapi situasi ini, pengelola SPPG Banaran menyatakan kesiapannya untuk merelokasi dapur MBG dan memastikan bahwa dukungan terhadap program nasional tetap menjadi prioritas utama. Introspeksi dan kerjasama antara pihak terkait menjadi kunci dalam menyelesaikan polemik ini demi kesinambungan program makan bergizi gratis bagi masyarakat.





