Kepanikan masyarakat Aceh Tengah terjadi setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk 20 hari. Hal ini menyebabkan aksi panic buying di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tengah, di mana warga membawa jeriken dalam jumlah besar untuk mengantre BBM.
Di SPBU Jalan Lintang, Takengon, terlihat banyak warga mengantre dengan jeriken untuk membeli BBM, dikhawatirkan oleh terbatasnya fasilitas penyimpanan nasional. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengimbau masyarakatnya agar tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa persediaan BBM di wilayahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Haili Yoga juga menjamin distribusi BBM ke Aceh Tengah akan dilakukan setiap hari untuk menjamin pasokan di seluruh SPBU di daerah tersebut. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan rencana pemerintah untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM nasional agar dapat menampung stok hingga 90 hari dengan membangun fasilitas baru mulai tahun 2026, termasuk di Sumatera. Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diharapkan untuk membeli BBM sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa perlu panik.





