Warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat (Jabar) merasa kecewa setelah permintaan peminjaman ambulans ditolak oleh pihak UPTD Puskesmas Banjar 2. Kejadian ini terjadi ketika keluarga pasien sedang menghadapi kondisi darurat dan meskipun sudah berupaya menghubungi puskesmas, mereka tidak mendapat respons. Sehingga keluarga terpaksa mencari transportasi alternatif sendiri untuk membawa pasien. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari Kepala Desa, Babinkamtibmas, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya, yang menganggap bahwa layanan kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama dalam situasi darurat.
Menyikapi hal ini, Kepala BULD UPTD Puskesmas Banjar 2, Devi Utari, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga pasien, Kepala Desa, Babinkamtibmas, dan seluruh warga Desa Neglasari atas ketidaknyamanan yang terjadi. Devi menyesali kejadian tersebut dan menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan terulang di masa depan. Ia berjanji untuk memperbaiki sistem komunikasi dan pelayanan puskesmas agar kejadian serupa tidak terulang.
Dengan kerendahan hati, Devi meminta maaf kepada keluarga pasien dan berharap agar pasien dapat segera pulih. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh keluarga pasien atas ketidaknyamanan yang terjadi. Melalui peristiwa ini, diharapkan puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanannya agar masyarakat dapat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik.





