Pada tahun 2025, Ducati mendominasi balap MotoGP dengan tangan besi, meskipun Aprilia kerap menyalip mereka di bagian akhir balapan. Meski demikian, Ducati berhasil memenangkan tiga gelar juara yang tersedia. Namun, momen sulit bagi tim Italia ini terjadi setelah kemenangan Marc Marquez yang ke-93 di Mugello. Seharusnya momen itu menjadi pesta di sirkuit yang dipenuhi oleh penggemar Italia, namun berubah menjadi atmosfer yang tidak menyenangkan dengan cemoohan dan siulan.
Dalam film dokumenter DAZN VOLVER, Davide Tardozzi menghadapi kerumunan penonton dengan teriakan “È rosso! (Dia merah!)” yang viral. Tardozzi mengakui bahwa itu adalah pengalaman buruk baginya. Ia menegaskan untuk mengakhiri perdebatan antara Rossi dan Marquez karena sudah cukup menjenuhkan. Artur Villalta, staf pers Ducati, juga menyoroti keharusan membela pembalap tim, baik dari Italia maupun negara lain, untuk dihormati.
Gigi Dall’Igna dan Davide Tardozzi mengakui dalam film dokumenter tersebut bahwa kedatangan Marquez lebih mudah dari yang dibayangkan. Mereka menekankan kepribadian manusiawi Marquez yang mampu menciptakan hubungan positif di lingkungan yang kompetitif. Marco Rigamonti, kepala mekanik Marquez, menekankan kesederhanaan Marquez meskipun sebagai pembalap yang sukses. Dengar pendapat Anda mengenai Motorsport.com dengan mengikuti survei yang tersedia.





