Ben Sulayem terpilih kembali tanpa lawan dalam pemilihan presiden FIA yang diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan sebelum acara penganugerahan juara 2025. Ini adalah masa jabatan kedua Ben Sulayem setelah terpilih pertama kali pada tahun 2021 dengan persentase suara 61,62%. Selain ucapan terima kasih kepada Anggota FIA atas kepercayaan mereka, Ben Sulayem berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi FIA, motorsport, mobilitas, dan klub anggota di seluruh dunia. Meskipun ada beberapa calon, seperti Tim Mayer, Laura Villars, dan Virginie Philippot, tak satu pun dari mereka berhasil mencalonkan diri karena aturan yang harus dipenuhi oleh setiap kandidat. Proses pemilihan presiden ini memicu kontroversi terkait demokrasi, dengan sejumlah wakil presiden yang disebut-sebut telah dipengaruhi untuk mendukung Ben Sulayem. Namun, proses demokratis FIA telah diutarakan dalam siaran pers yang mengumumkan terpilihnya kembali Ben Sulayem sebagai presiden. Meski demikian, ada kemungkinan pemilihan presiden ini akan dibatalkan karena tuntutan hukum yang diajukan oleh Laura Villars. Daftar presiden FIA yang terpilih sebelumnya mencakup tokoh-tokoh seperti Jean Todt, Max Mosley, dan Jean-Marie Balestre. Selain itu, artikel ini juga menyajikan pertanyaan kepada pembaca tentang apa yang ingin mereka lihat di Motorsport.com, mempertimbangkan opini mereka untuk pengembangan konten mendatang.
Mohammed Ben Sulayem Kembali Memimpin FIA: Pemimpin Baru di Dunia Otomotif





