Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan ketegasannya dalam membela rakyat dan melindungi kekayaan negara meskipun menjadi bahan candaan bagi banyak pihak. Dalam acara penyerahan hasil pemulihan kerugian negara oleh Satgas PKH di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta Selatan, Prabowo menyatakan kesiapannya untuk mati demi rakyat Indonesia. Menyinggung soal tantangan tahun 2026 yang membutuhkan langkah lebih berani, Prabowo mendorong jajarannya untuk terus bekerja keras demi kepentingan rakyat. Penyerahan dana hasil sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (Satgas PKH) senilai total Rp6,6 triliun oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin juga disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Total dana tersebut berasal dari hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH dan hasil penyelamatan keuangan negara melalui penanganan perkara tindak pidana korupsi Kejaksaan Agung. Kedua sumber dana tersebut terdiri dari berbagai perusahaan, seperti perusahaan sawit dan tambang nikel. Prabowo tetap teguh dalam komitmennya untuk menghadapi tantangan, meskipun menjadi sasaran cemoohan, asalkan dapat melindungi kepentingan rakyat Indonesia.
Melejitkan Kekuatan Asing: Saya Tidak Peduli!





