Max Verstappen dan Kembali ke Realitas Formula 1
Max Verstappen tengah kembali ke realitas Formula 1 setelah akhir pekan yang heroik di Nurburgring 24 Hours diikuti dengan Grand Prix Kanada. Pembalap Red Bull tersebut berbagi mobil Mercedes dengan Daniel Juncadella, Jules Gounon, dan Lucas Auer dalam acara terkenal di Nordschleife sebagai bagian dari komitmennya di ajang GT3. Meski mengalami kegagalan karena kerusakan driveshaft, kehadiran Verstappen di ajang tersebut menunjukkan ketertarikannya pada balapan sportscar.
Momen Verstappen di Nurburgring
Verstappen belum memperoleh awal musim 2026 sesuai harapan di F1, dengan posisi ketujuh dan tertinggal 74 poin dari pemimpin klasemen, Kimi Antonelli, setelah empat putaran. Mobil RB22 Red Bull mengalami masalah keseimbangan yang signifikan dan kehilangan cengkeraman ban, menyebabkan Verstappen kesulitan di musim ini.
Pembalap asal Belanda tersebut menunjukkan ketidaksukaannya terhadap aturan listrik yang lebih ketat di F1 saat ini, yang menambah frustrasinya. Tanpa gelar juara yang diperebutkan, Verstappen mulai melirik ajang balap endurance karena tidak ada poin lagi yang harus dia buktikan di F1.
Hasil Positif di Nurburgring
Di Nurburgring, Verstappen menunjukkan kepiawaiannya dalam balapan GT3 dengan performa yang mengesankan. Meski akhirnya harus merelakan kemenangan karena kegagalan driveshaft, Verstappen tetap menikmati pengalaman tersebut. Dia menyatakan minat untuk kembali ke ajang tersebut di masa depan.
Meski begitu, Verstappen tetap fokus pada karier F1-nya dan akan kembali ke trek Montreal dengan mental yang lebih segar. Di balapan terakhir, Red Bull menunjukkan peningkatan yang positif, memperbaiki jaraknya dengan rival-rivalnya. Meskipun finish kelima di Miami, Verstappen dan tim tetap optimis untuk balapan selanjutnya.





