Mastering the Art of Getting Noticed

by -55 Views

Pedro Acosta Kesal Dikalahkan Fabio Di Giannantonio di Grand Prix Perancis

Sebagai pembalap muda yang berbakat, Pedro Acosta mengaku kesal setelah Fabio Di Giannantonio berhasil melaluinya di tikungan terakhir Grand Prix Perancis akhir pekan lalu. Acosta merasa terganggu karena pembalap asal Italia itu sempat menoleh ke arahnya setelah melakukannya.

Di Giannantonio berhasil meraih posisi keempat dari pembalap pabrikan KTM tersebut saat memasuki tikungan kanan ganda di Raccordement pada lap terakhir. Namun, agak tidak biasa di bawah keadaan tersebut, pembalap tim VR46 itu menoleh tajam ke belakang saat keduanya melaju menuju garis finis. Bukan sekali, tapi dua kali.

Pandangan tajam tersebut tampaknya membuat Acosta, yang baru saja disalip dengan jarak pandang menuju garis finis, tersinggung.

Petualangan Panas di Tikungan Terakhir

“Saya mengingatnya untuk kali berikutnya,” kata Acosta kepada media Spanyol, meskipun dengan sentuhan humor. “Tak seorang pun bisa melaluiku sambil menatapku.”

“Kita akan bertemu lagi di balapan berikutnya,” tegasnya, menyiapkan duel seru jika keduanya bertemu di lintasan di Barcelona akhir pekan ini.

Momen Menarik di Lintas Pembalap

Sub-plot menarik dari insiden tersebut adalah kenyataan bahwa Di Giannantonio diisukan akan mengambil tempat Acosta di tim pabrikan KTM musim depan. Meskipun belum dikonfirmasi secara resmi, diketahui bahwa kesepakatan tersebut telah diselesaikan pada malam sebelumnya.

Acosta sendiri tidak kalah tajam dalam penilaian atas penampilannya di akhir lomba. Ia mengakui salah menilai ancaman dari belakang, kehilangan waktu dengan garis belokan yang terlalu defensif.

“Mungkin posisi keempat adalah yang bisa saya amankan, tapi saya pikir Di Giannantonio lebih dekat daripada yang sebenarnya, sehingga saya berusaha membela diri lebih dari yang diperlukan,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang sikap kesalnya terhadap Di Giannantonio dalam sesi pertanyaan dalam bahasa Inggris, Acosta menghindari pertanyaan tersebut dan menekankan kesalahannya dalam strategi akhir lomba.

Source link