Kritik Loeb terhadap Kinerja Ban Dakar 2026: Alami 13 Kebocoran

by -32 Views

Pereli asal Prancis percaya bahwa kebocoran ban telah menjadi kendala utama dalam reli Dakar dan mempengaruhi kinerja kampanyenya pada tahun 2026. Legenda Kejuaraan Reli Dunia (WRC), Sebastien Loeb, memiliki harapan baru untuk meraih kemenangan saat tampil di Arab Saudi setelah sebelumnya tidak berhasil dalam sembilan partisipasinya. Sayangnya, di etape ketiga, Loeb mengalami kehabisan ban cadangan meskipun mobilnya masih memiliki potensi sebesar 20 persen, sehingga membuatnya tidak dapat melanjutkan perlombaan.

Meskipun mengalami gangguan akibat kebocoran ban, Loeb mulai pulih di pekan kedua, dimana ia dapat memanfaatkan kesalahan para pembalap Ford dan masalah teknis yang dialami oleh Henk Lategan dari Toyota. Akhirnya, Loeb berhasil finis di posisi keempat, 37 detik di belakang Mattias Ekstrom dari Ford. Meskipun keandalan telah berperan penting dalam reli Dakar, Loeb mengungkapkan keyakinannya bahwa sekarang semuanya telah berubah.

Kebocoran ban yang tidak terduga, terutama saat melintasi medan berbatu, membuat Loeb merasa kecewa. Ban lintas negara yang diubah oleh BFGoodrich tahun ini pada dasarnya berhasil mengurangi kerusakan pada permukaan tapak ban, namun perubahan komposisi ban tidak sengaja membuat samping ban menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Rekan setim Loeb, Nasser Al-Attiyah, berhasil mengatasi sedikit masalah kebocoran ban dan meraih kemenangan keenamnya di reli Dakar.

Loeb yang tetap waspada terhadap masalah sistem kemudi pada pekan kedua, menjelaskan bahwa ban kini menjadi faktor pembatas dalam reli Dakar. Meskipun belum berhasil menambahkan kemenangan Dakar ke dalam sembilan gelar WRC-nya, Loeb merasa bahwa finis di posisi keempat bukanlah kegagalan baginya. Diakhir, dia mengungkapkan bahwa meski ingin finis lebih tinggi, posisinya tetap patut diapresiasi dan timnya telah melakukan pekerjaan yang baik.

Source link