Penyiksaan Korban YTR di Bandung Terungkap
Sabtu, 27 Juni 2026 – 00:30 WIB
Bandung, VIVA – Pembuktian misteri di balik dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dialami YTR (29) selama bertahun-tahun akhirnya terungkap. Polda Jawa Barat mengungkapkan bahwa aksi brutal yang diduga dilakukan Taufik Hidayat (30) dipicu oleh rasa cemburu dan kekesalannya terhadap korban.
Motif Cemburu dan Kekesalan Sebagai Pemicu Kekerasan
Motif tersebut terkuak setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan mengumpulkan sejumlah bukti dalam proses penyelidikan. Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan menyatakan bahwa kekerasan yang dialami korban tidak terjadi hanya sekali.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tindakan penyiksaan tersebut dilakukan secara berulang kali selama rentang waktu yang cukup panjang. “Ini dilakukan (penganiayaan dan penyekapan) secara berulang-ulang dari bulan Mei 2024 hingga Juni 2026. Dilakukan karena kekesalan, kecemburuan terhadap korban,” ujar Kapolda.
Rentetan Kekerasan Fisik yang Mengerikan
Selama periode tersebut, korban diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik. Selain itu, korban juga disekap di dalam sebuah kamar kos yang pintunya dikunci dari luar, membuatnya kehilangan kebebasan. Penyidik menemukan bahwa penganiayaan dilakukan dengan menggunakan berbagai alat, mulai dari tangan kosong, besi, senjata tajam, helm, hingga penyiksaan dengan bara rokok.
Kabar penangkapan pelaku ini menjadi sorotan karena korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan luka-luka berat akibat kekerasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Kasus Penyekapan dan Penganiayaan yang Mencengangkan
Seorang wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diduga menjadi korban penyiksaan dan penyekapan oleh kekasihnya, menarik perhatian publik. Wanita bernama YTR disekap oleh pelaku di dalam kamar kos dan hilang kontak dengan keluarganya selama tiga tahun.
Setelah upaya penyergapan oleh tim gabungan Polda Jawa Barat, tersangka berhasil ditangkap, mengakhiri pelarian panjangnya. Pengusutan kasus ini menjadi fokus utama karena kekejaman yang dialami korban dalam masa tiga tahun penyekapan.





