Keunikan Patung Macan Putih di Kediri: Anggaran Dipertanyakan

by -38 Views

Patung macan putih di Kabupaten Kediri telah menjadi perbincangan di kalangan warganet karena desainnya yang dianggap unik dan tidak realistis. Berlokasi di Desa Bolongjeruk, Kunjang, patung tersebut memperlihatkan corak hitam putih dengan tubuh yang gemuk dan ekor layaknya macan sungguhan. Namun, wajah patung tersebut menjadi sorotan karena dianggap jauh dari realistis. Masyarakat pun mempertanyakan asal anggaran dan biaya pembangunannya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kediri, Agus Cahyono, menyatakan bahwa anggaran untuk pembangunan patung tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), melainkan dari sumbangan dan donasi masyarakat sekitar. Pembangunan patung macan putih dipilih karena kepercayaan masyarakat Balongjeruk yang menganggap ada sosok sakral penunggu desa berwujud macan putih.

Inisiatif pembangunan patung itu sendiri berasal dari warga desa setempat yang ingin menjadikannya sebagai ikon Balongjeruk. Setelah melalui rapat bersama warga, pemdes, dan BPD, disepakati untuk membangun patung macan putih karena mitos setempat yang menyebutkan bahwa yang menemanai pembabat desa Balongjeruk adalah macan putih. Pembangunan patung tersebut ditanggung dari dana pribadi tanpa ada bantuan dari APBD.

Setelah kesepakatan dibuat, warga mencari tukang yang memiliki pengalaman membuat patung garuda. Dengan biaya sekitar Rp 2 juta untuk pengerjaannya, bahan bangunan patung berasal dari sumbangan kepala desa yang memiliki toko bangunan. Meskipun terjadi pro dan kontra terkait desain patung tersebut, pembangunan patung macan putih tetap dilaksanakan untuk menguatkan kepercayaan masyarakat setempat.

Source link