Dampak ketegangan politik di Timur Tengah semakin terasa bagi para pelaku UMKM, terutama terkait dengan harga plastik yang melonjak. Para pedagang mulai merasakan dampaknya, harus berputar otak untuk bijak dalam penggunaan plastik. Muncul dilema antara mengurangi penggunaan plastik atau mencari alternatif yang bisa menggantikannya sebagai kemasan produk.
Di media sosial, banyak pedagang mulai mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan bahan alami, seperti daun pisang. Bahan ini digunakan sebagai pengganti wadah plastik untuk berbagai jenis produk, mulai dari es buah, makanan berat, hingga ice cream, bahkan sebagai pengganti kemasan plastik untuk baju. Selain daun pisang, ada juga pedagang yang menggunakan tali rafia untuk mengurangi penggunaan plastik.
Harga plastik naik karena bahan tersebut berasal dari turunan minyak bumi, yang dampaknya terasa langsung dari gejolak di Timur Tengah. Gejolak ini memengaruhi biaya produksi plastik serta industri petrokimia secara keseluruhan. Indonesia bergantung pada impor bahan baku plastik dari Timur Tengah, namun ketegangan di daerah tersebut telah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dan bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP).
Produsen di Indonesia akhirnya harus mengurangi ekspor atau mengalami gangguan produksi akibat kenaikan harga bahan baku plastik. Keseluruhan, para pedagang dan pelaku UMKM harus mencari solusi untuk mengatasi dampak kenaikan harga plastik dan menemukan alternatif yang lebih berkelanjutan secara ekonomis dan lingkungan.





