Aprilia Racing dipimpin oleh CEO Massimo Rivola, yang merasa kecewa karena timnya belum mendapatkan sponsor utama meskipun telah meraih kesuksesan di MotoGP. Saat ini, Aprilia adalah satu-satunya tim pabrikan di grid yang belum memiliki mitra penamaan untuk musim 2026, meskipun memiliki beberapa merek ternama dalam portofolio sponsornya. Meskipun tergolong produsen yang lebih kecil dibandingkan dengan Honda dan Yamaha, Aprilia telah berhasil meraih kesuksesan dengan empat kemenangan tahun lalu dan menempati posisi kedua dalam klasemen pabrikan.
Dalam peluncuran RS-GP26, Rivola menyatakan kekecewaannya karena kesuksesan tim belum tercermin dalam daya tarik mereka terhadap sponsor utama. Kendati demikian, ia tetap optimis bahwa dengan keyakinan tim dan mitra serta investasi yang konsisten, Aprilia akan berhasil menarik sponsor tertinggi. Rivola juga menyoroti dalam keluhan ini sebagai bagian dari tugasnya dan berkomitmen untuk mengatasi permasalahan keuangan tim dengan baik.
Pendirian Rivola muncul setelah MotoGP diakuisisi oleh Liberty Media tahun lalu, membawa persaingan kejuaraan ini dengan Formula 1 dalam hal kepemilikan. Meskipun MotoGP memiliki potensi komersial yang besar, daya tarik merek masih belum sebesar F1, yang membuat merek besar enggan untuk berinvestasi lebih dalam. Rivola berpendapat bahwa MotoGP harus mempertahankan karakteristiknya sendiri dan meningkatkan daya tarik merek untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar.
Selain itu, walaupun kalender MotoGP semakin padat dengan 22 balapan dalam musim 2025, Rivola percaya bahwa dengan peningkatan bisnis yang tepat, tim bisa mengelola jadwal yang padat tersebut. Dia menekankan pentingnya fokus pada pendapatan dan dukungan sponsor utama untuk meningkatkan kesejahteraan tim dan pembalap. Meskipun tantangan besar dihadapi dalam pengelolaan bisnis MotoGP, Rivola yakin bahwa dengan kerja keras dan inovasi, tim bisa meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan.





