Jeje, pereli yang dikenal akan keberaniannya, bersiap untuk merealisasikan mimpinya dengan mengikuti Reli Dakar 2026. Dibantu oleh navigator dari Prancis bernama Mathieu Monplaisi, Jeje menjalani persiapan fisik dan mental yang intens sebelum berangkat ke Arab Saudi pada 28 Desember. Melatih teknik mengemudi di pasir di Maroko dan mempelajari rescue dan recovery kendaraan adalah beberapa persiapan yang dilakukan Jeje sebelum menghadapi tantangan berat di Reli Dakar.
Dalam persiapannya, Jeje akan menggunakan Toyota Land Cruiser 100 yang sebelumnya telah mengantar tim Toyota Jepang menjadi juara Reli Dakar di awal 2000-an. Mobil ini akan dihias dengan livery merah putih, memberikan representasi Indonesia dengan sedikit sentuhan warna hitam dari sponsor. Jeje, yang tidak menetapkan target berat untuk perlombaan ini, berfokus pada kelancaran dan keselamatan tim serta kendaraannya setiap harinya.
Sejarah pembalap Indonesia yang berpartisipasi di Reli Dakar tidaklah panjang, tetapi kasih Anggoro dan Tinton Soeprapto adalah dua nama yang memberikan inspirasi bagi Jeje. Mereka adalah motivasi bagi Jeje untuk terus melangkah maju dan berkembang dalam dunia reli. Kesiapan mental, keberanian, dan ketekunan dibutuhkan dalam menghadapi keganasan Reli Dakar. Dengan semangat yang kuat, Jeje siap untuk menghadapi tantangan besar ini dan menjadikannya sebagai fase baru dalam kariernya sebagai pereli.





