PT Jakarta Propertindo (Perseroda) mengumumkan bahwa perlintasan jalur layang LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono telah tersambung 100 persen pada Jumat kemarin. Hal ini diungkapkan Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Dian Takdir, yang menyebut perlintasan di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono sebagai salah satu titik kritikal pada lintasan LRT Jakarta Fase 1B. Dian menyatakan bahwa proses penyambungan ini merupakan hasil dari kolaborasi yang solid antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro), kontraktor, operator tol, dan para pemangku kepentingan. Konstruksi perlintasan ini berlangsung dengan metodologi “balanced cantilever” yang memungkinkan pembangunan seimbang dari dua sisi tanpa menutup total lalu lintas jalan tol yang aktif.
Capaian dalam penyambungan perlintasan tersebut bukan hanya sebuah pencapaian teknis, namun juga menandai tersambungnya jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka. Jalur ini menghubungkan beberapa wilayah di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel layang terintegrasi. Pekerjaan rel (track work) telah mencapai 4,7 kilometer dari total 12,8 kilometer, sementara pekerjaan arsitektural dan MEP tengah berlangsung di beberapa stasiun.
Selain manfaat teknis, LRT Jakarta juga memberikan dampak positif pada lingkungan dengan penggunaan tenaga listrik yang membantu menurunkan emisi karbon. Pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diharapkan mampu mengurangi emisi sebesar 2.927.250 ton CO₂e dengan target peningkatan jumlah penumpang hingga 18 juta pada tahun 2028. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.





