Iran Perluas Serangan ke Sekutu AS, Kuwait Jadi Sasaran
Peningkatan konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus terjadi setelah Iran melancarkan serangan baru ke sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk Kuwait dan Yordania. Serangan ini terjadi setelah AS menggempur sejumlah target militer Iran selama tujuh malam berturut-turut sejak gencatan senjata sebelumnya runtuh.
Iran Tegaskan Respons terhadap Operasi Militer AS
Iran menyatakan serangan ini sebagai respons terhadap operasi militer AS yang menargetkan infrastruktur Iran, termasuk jembatan, fasilitas listrik, dan lokasi strategis lainnya. Salah satu negara yang terdampak paling besar adalah Kuwait, dimana fasilitas desalinasi air dan Bandara Internasional Kuwait mengalami gangguan operasional akibat serangan Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran Melancarkan Serangan
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pusat dukungan militer AS di Camp Arifjan dan menghancurkan fasilitas radar di Pangkalan Udara Ali Al Salem. Sejumlah fasilitas minyak Kuwait juga mengalami kerusakan akibat serangan ini, dan sistem pertahanan udara Kuwait berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengancam akan melanjutkan serangan jika operasi militer AS terus berlanjut. Mereka juga menyatakan bahwa lebih dari 50 orang tewas dan 500 lainnya terluka akibat serangan udara AS dalam tiga pekan terakhir.
Serangan AS Terus Berlanjut
Sementara Iran melancarkan serangan balasan, militer AS juga terus menggempur sejumlah wilayah di Iran, termasuk Provinsi Hormozgan yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.


