Pada Senin, 23 Februari 2026, detik-detik insiden adu banteng antara dua bus Transjakarta di jalur langit menjadi sorotan polisi. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Di tengah jam sibuk saat warga menuju kantor, suara benturan keras menggetarkan pagi di jalur layang Cipulir. Dalam sekejap, kepanikan melanda karena data terbaru dari kepolisian mencatat bahwa 24 penumpang mengalami luka-luka. Menurut Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani, “Korban luka jumlah terkini 24 orang berasal dari bus yang dikemudikan A dari Cipulir- Kebayoran, bus yang dikemudikan Y tidak membawa penumpang.”
Dalam kecelakaan yang terjadi, dua orang dilaporkan mengalami patah tulang, namun untungnya tidak ada korban jiwa. Polisi mengungkap bahwa kecelakaan tersebut melibatkan bus TransJakarta Bianglala yang dikemudikan oleh pria berinisial Y dari arah Kebayoran menuju Cipulir, serta bus TransJakarta Mayasari Bakti yang dikemudikan oleh A dari arah berlawanan. Meskipun bus yang dikemudikan Y tidak membawa penumpang, bus dari arah Cipulir menuju Kebayoran dalam keadaan terisi, sehingga seluruh korban berasal dari bus tersebut. Para korban yang terluka dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat seperti RS Sari Asih Ciledug dan Bakti Mulya Slipi untuk mendapatkan perawatan medis. Evakuasi dua bus yang terlibat dalam kecelakaan dilakukan di tengah padatnya mobilitas warga ibu kota.
Sebelumnya, insiden tersebut viral di media sosial Instagram, di mana kecelakaan melibatkan dua bus Transjakarta. Salah satunya diposting oleh akun Instagram @info_ciledug yang menyebut kecelakaan tersebut berlangsung di jalur langit Halte Cipulir pada pukul 07.00 WIB. Menurut postingan tersebut, kedua bus diduga adu banteng di koridor 13. Akibat kecelakaan ini, kedua bus mengalami kerusakan di bagian depan dan penumpang dievakuasi menggunakan armada lain.





