Ketua KPK, Setyo Budiyanto, memberikan peringatan kepada partai politik (parpol) terkait penerimaan kader yang pernah terlibat dalam kasus korupsi. Menurutnya, penting bagi parpol untuk mempertimbangkan integritas calon kader agar dapat menjaga citra positif parpol tersebut.
Perhatian terhadap Integritas Kader
Setyo menegaskan bahwa integritas merupakan hal yang sangat penting dalam merangkul kader parpol. Ia mencontohkan kasus mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, yang bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal ini menimbulkan sorotan karena sebelumnya Nur Alam telah terlibat dalam kasus korupsi.
“Nah yang paling penting adalah soal integritas. Diharapkan bahwa kader itu adalah orang-orang yang memiliki sebuah integritas,” ujar Setyo.
Pengaruh Aktivitas Politik terhadap Masyarakat
Menurut Setyo, integritas parpol tidak hanya berkaitan dengan aktivitas politiknya, namun juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, integritas yang relevan dengan kegiatan partai politik sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik.
Kabar tentang bergabungnya Nur Alam ke PSI setelah pertemuan dengan Presiden Joko Widodo menjadi perhatian KPK. Nur Alam sebelumnya divonis dengan hukuman penjara selama 12 tahun atas kasus korupsi yang melibatkan suap dan gratifikasi terkait perizinan tambang.
Penyidikan KPK terhadap Kasus Korupsi
KPK saat ini juga tengah mengusut asal-usul kekayaan milik Silmy Karim, termasuk mobil sport, Harley, perhiasan, dan uang asing yang telah disita. Penyidikan terhadap kasus korupsi terus dilakukan untuk memastikan keadilan dan menegakkan hukum di Indonesia.





