Pada hari Minggu, tanggal 8 Maret 2026 pukul 18:00 WIB, terjadi 20 serangan roket dan drone terhadap beberapa lokasi militer Israel dan konsentrasi pasukan di wilayah Israel utara. Kelompok Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas agresi Israel terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon, termasuk di wilayah pinggiran selatan Beirut. Salah satu target serangan adalah kota Nahariya di Israel utara, di mana mereka meluncurkan serangkaian roket dan pesawat nirawak setelah memperingatkan warga untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Hizbullah juga melaporkan serangan terhadap sistem radar Iron Dome di Kiryat Eliezer, salah satu basis pertahanan udara utama di kota Haifa, Israel utara. Serangan lainnya meliputi tembakan roket dan serangan drone ke beberapa lokasi di Israel, termasuk pangkalan militer dan kompleks industri Rafael di dekat kota Acre. Militer Israel mengakui operasi pasukan khusus di Lebanon timur untuk mencari sisa-sisa jasad navigator yang hilang, Ron Arad, namun tidak berhasil.
Ini semua terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional akibat konflik yang terus berlanjut antara Israel dan Iran. Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh ribuan orang dan melukai puluhan ribu lainnya dalam serangan yang semakin membesar ke Lebanon. Situasi ini semakin memanas seiring perang yang dipicu oleh agresi militer dari Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

