Harga Minyak Langsung Melonjak setelah Ancaman Iran

by -108 Views

Pada Kamis, 19 Maret 2026, ketegangan di Timur Tengah mencapai titik tertinggi setelah Israel berhasil menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib. Kematian tokoh penting ini mengguncang kepemimpinan Iran dan segera memicu ancaman balasan yang keras dari Teheran.

Presiden Iran mengonfirmasi bahwa Khatib tewas dalam serangan terbaru yang menargetkan jajaran elite pemerintahan, menambah daftar tokoh penting Iran yang telah meninggal dalam konflik dengan Israel. Serangan terjadi tidak lama setelah pembunuhan tokoh keamanan Iran, Ali Larijani, yang membuat pemerintah Iran bersumpah akan membalas setiap serangan terhadap pejabat negara mereka.

Situasi semakin memanas dan melibatkan tidak hanya Iran dan Israel, tetapi juga menarik perhatian Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya. Garda Revolusi Iran telah mengancam akan memberikan balasan yang tegas atas serangan terhadap fasilitas energi Iran, menyatakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan musuh harus menunggu tindakan kuat dari angkatan bersenjata Iran.

Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan terhadap fasilitas energi, seperti ladang gas raksasa South Pars, yang merupakan ladang gas alam terbesar di dunia. IRGC bahkan mengancam akan menyerang fasilitas energi negara lain yang dianggap sebagai sumber ancaman, termasuk meminta evakuasi warga di sejumlah fasilitas minyak di Teluk Persia.

Jika laporan tentang serangan terhadap fasilitas energi Iran benar, ini akan menjadi pertama kalinya fasilitas produksi minyak dan gas Iran menjadi target langsung sejak konflik dimulai. Pembicaraan tentang serangan ke infrastruktur energi negara lain juga menguat, dengan IRGC menyatakan bahwa Iran menganggap sah untuk menyerang fasilitas energi negara yang dianggap sebagai ancaman.

Source link