Gus Elham, seorang pendakwah muda dari Kediri, telah menjadi sorotan karena sebuah video yang menunjukkan dirinya mencium seorang anak perempuan saat pengajian. Kebiasaan bersentuhan ini kemudian dibahas oleh seorang konten kreator yang sering mengulas topik parenting, Ikma Hanifah Restisari. Ikma menegaskan bahwa meskipun Nabi Muhammad pernah mencium anak-anak, tindakan tersebut dilakukan dengan Hasan dan Husain, cucu beliau, di rumah, dengan penuh kasih sayang dan adab.
Menurut Ikma, Rasulullah tidak pernah mencium anak orang lain tanpa izin, apalagi melakukannya berulang kali di ruang publik. Dia juga mengutip sebuah hadis dari riwayat Bukhari Muslim yang menyatakan bahwa Rasulullah pernah mencium Hasan bin Ali di samping seorang yang menyatakan belum pernah mencium anak-anaknya. Pesan dari hadis tersebut adalah pentingnya menyayangi anak-anak sebagai bentuk kasih sayang.
Dari hadis tersebut, dapat disimpulkan lima poin penting terkait aturan mencium anak, seperti hanya boleh dilakukan pada keluarga dekat, dengan izin dan kenyamanan anak, tidak berlebihan atau dilakukan di depan umum, tanpa unsur sensual atau ketertarikan fisik, serta kasih sayang dapat ditunjukkan tanpa harus menyentuh. Ikma juga memberi pesan kepada orang tua untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain mencium anak mereka, dan menyarankan untuk menolak dengan lembut jika ada permintaan tersebut.
Dengan demikian, penting bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya untuk memahami dan menghormati aturan mencium anak sesuai dengan ajaran agama dan tuntunan Nabi Muhammad, demi menjaga keamanan dan kenyamanan anak-anak.





