Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tercatat mengalami 30 kali gempa letusan dan satu kali getaran banjir pada periode pengamatan Minggu pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian, dalam enam jam terakhir, Semeru mengalami 30 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm dan lama gempa 76-136 detik. Gunung tersebut juga terekam mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 56 detik. Selain itu, Semeru mengalami satu kali gempa tektonik jauh dan satu kali gempa getaran banjir.
Gunung Semeru memiliki status Level III (Siaga), dan PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara gunung tersebut. Area yang harus dihindari mencakup sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, serta jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu. Potensi bahaya lain yang harus diwaspadai adalah awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.





