Federasi Otomotif Internasional (FIA) baru-baru ini mengumumkan pembaruan signifikan terhadap Kode Olahraga Internasional yang akan berlaku untuk Formula 1 mulai tahun 2026. Pembaruan ini bertujuan untuk memodernisasi kerangka kerja peraturan serta menstandardisasi prosedur yang digunakan dalam kategori utama balap mobil di bawah FIA.
Perubahan yang diperkenalkan tidak hanya berdampak pada Formula 1, tetapi juga akan memengaruhi seri internasional lainnya, termasuk Formula 2 dan Formula 3. Tujuannya adalah untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan, membuatnya lebih transparan, efisien, dan efektif.
Sebelum pembaruan ini, satu-satunya cara untuk membuka kembali sebuah kasus adalah melalui hak peninjauan kembali. Namun, mulai 2026, tidak hanya tim yang dapat meminta proses ini, para steward juga dapat secara independen meninjau keputusan mereka jika ada informasi signifikan yang muncul setelah keputusan dibuat.
Salah satu contoh keberhasilan proses peninjauan kembali adalah kasus Williams yang berhasil mendapatkan penghapusan poin penalti dari Carlos Sainz setelah Grand Prix Belanda. Ini menunjukkan bahwa perubahan aturan ini memiliki dampak langsung pada keputusan balapan.
Selain itu, perubahan aturan juga mencakup penanganan kasus yang mendesak saat tidak mungkin menunggu pertemuan steward berikutnya. Sebuah panel ‘di luar acara’ akan dibentuk untuk menangani situasi yang mendesak melalui konferensi video, menghindari penundaan keputusan hingga balapan berikutnya.
FIA juga telah menegaskan perjanjian baru dengan tim Formula 1 untuk memberikan sumber daya tambahan kepada steward, memastikan profesionalisme, struktur, dan konsistensi dalam proses pengambilan keputusan di berbagai kategori balapan di bawah wewenang FIA. Semua perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, akurasi, dan keterbacaan proses pengelolaan balapan di tingkat internasional.





