McLaren telah mencatat satu kampanye dominan dalam sejarah Formula 1 dengan target untuk mempertahankan gelar juara konstruktor. Tim pepaya ini hanya butuh 13 poin lagi di putaran Singapura untuk menyamai rekor Red Bull pada tahun 2023. McLaren telah menunjukkan dominasinya dengan poin lebih dari dua kali lipat Mercedes yang berada di posisi kedua. Mereka telah memenangi 12 dari 17 grand prix, termasuk tujuh kemenangan 1-2. Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi MCL39, mobil yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah F1, dan bagaimana McLaren telah mengejutkan berbagai tim dengan kemajuannya untuk musim 2025.
Meskipun McLaren telah mencapai kesuksesan besar, tetapi ada anggapan yang ditolak oleh para pembalapnya, terutama Lando Norris yang menempati posisi kedua dalam klasemen di belakang Oscar Piastri. Norris menemui kesulitan di Grand Prix Azerbaijan dengan penampilan yang kurang memuaskan. Meskipun banyak yang menganggap MCL39 superior, Norris mengatakan bahwa mereka masih memiliki kekurangan dan perlu terus memperbaikinya untuk bersaing dengan Red Bull.
Banyak dari pembalap McLaren, termasuk Piastri, mengalami kesulitan selama putaran Azerbaijan. Meski begitu, Norris menyadari bahwa mereka tidak secepat Red Bull, terutama di sirkuit dengan downforce lebih rendah. Meski telah memiliki musim yang luar biasa, Norris menyadari bahwa mereka masih harus bekerja lebih keras untuk dapat bersaing secara konsisten dengan Red Bull di tujuh putaran tersisa musim 2025.
Dari banyak kejadian di lintasan, Norris menilai bahwa mobil mereka tidak semudah yang digambarkan orang lain. Ia mengakui bahwa MCL39 memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam mengemudi. Norris optimis bahwa mereka bisa mengatasi kendala ini dan terus memperbaiki performa mobil mereka. Andrea Stella, bos tim McLaren, juga membenarkan bahwa mobil McLaren masih belum cukup cepat untuk bersaing di Baku, namun mereka terus berusaha meningkatkan performa mereka.





